Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 19 Desember 2010

BURRHUS FREDERIC SKINNER

A. Sekilas tentang Skinner
Prinsip-prinsip utama pandangan Skinner:
a) Descriptive behaviorism, pendekatan eksperimental yang sistematis pada perilaku yang spesifik untuk mendapatkan hubungan S-R. Pendekatannya induktif. Dalam hal ini pengaruh Watson jelas terlihat
b) Empty organism, menolak adanya proses internal pada individu.
c) Menolak menggunakan metode statistical, mendasarkan pengetahuannya pada subyek tunggal atau subyek yang sedikit namun dengan manipulasi eksperimental yang terkontrol dan sistematis.

 
Sumbangan Skinner sebagai seorang psikolog

a) Salah seorang psikolog yang pandangannya paling berpengaruh dan banyak dirujuk oleh para psikolog lainnya
b) Mengembangkan sejumlah prinsip-prinsip psikologis yang cukup terbukti aplikatif terhadap masalah-masalah perilaku yang nyata karena didukung oleh hasil-hasil eksperimen yang jelas   
c) Memberikan ide kreatif dan baru bagi metode dalam belajar dan terapi yang konvensional
 

Konsep-konsep utama yang dikembangkan oleh B. F Skinner adalah sebagai berikut:
a) Proses operant conditioning:
1) perilaku namun dalam kadar peningkatan dan intensitas yang berbeda-beda. 
 

2)Discrimination : organisma dapat diajarkan untuk berespon hanya pada suatu stimulus dan tidak pada stimulus lainnya. Caranya adalah secara konsisten memberi reinforcement hanya pada respon bagi stimulus yang diinginkan dan tidak pada respon terhadap stimulus 
Memilah perilaku menjadi respondent behavior dan operant behavior. Respondent terjadi pada kondisioning klasik, dimana reinforcement mendahului UCR/CR. Dalam kondisi sehari-hari yang lebih sering terjadi adalah operant behavior dimana reinforcement terjadi setelah response.
3) Positive dan negative reinforcers [kehadirannya PR menguatkan perilaku yang muncul, sedangkan justru ketidakhadiran NR yang akan menguatkan perilaku].
4) Extinction: hilangnya perilaku akibat dari dihilangkannya reinforcers
5) Schedules of reinforcement, berbagai variasi dalam penjadwalan pemberian reinforcement dapat meningkatkan lainnya.
6) Secondary reinforcement, adalah stimulus yang sudah melalui proses pemasangan/kondisioning dengan reinforcer asli sehingga akhirnya bisa mendapatkan efek reinforcement sendiri. Dalam kenyataan riil kehidupan manusia, hampir semua yang kita anggap sebagai reinforcement adalah secondary reinforcer.
7) Aversive conditioning, proses kondisioning dengan melibatkan suasana tidak menyenangkan. Hal ini dilakukan dengan punishment. Reaksi organisme adalah escape atau avoidance.

b)Behavior Modification
Adalah penerapan dari teori Skinner, sering juga disebut sebagai behavior therapy. Merupakan penerapan dari shaping (pembentukan TL bertahap), penggunaan positive reinforcement secara selektif, dan extinction. Pendektan ini banyak diterapkan untuk mengatasi gangguan perilaku.
 
B. Kesimpulan
Dari eksperimen yang dilakukan B.F. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :
Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat.
Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. Operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. Respons dalam operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus, melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer.
Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu, namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning.

C. Kritik terhadap Skinner 
 

a) Pendekatannya yg lebih bersifat deskriptif dan kurang analitis dianggap kurang valid sebagai sebuah teori  b) Validitas dari kesimpulan yang diambilnya yang merupakan generalisasi berlebihan dari satu konteks perilaku kepada hampir seluruh perilaku umum   
c) Pandangan ‘empty organism’ mengundang kritik dari pendukung aspek biologis dan psikologi kognitif yang percaya pada kondisi internal mansuia, entah itu berupa proses biologis atau proses mental.


Silahkan Baca juga Postingan berikut:

0 komentar:


Komentar Anda

Fresh From Site

Tinggalkan Komentar Anda



 

Ucapan Terima Kasih

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh, Saya ingin mengungkapkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, dan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas segala saran, sambutan dan komentar atas blog yang baru saya ciptakan ini. Saya menyimak dengan sungguh-sungguh semua masukan yang telah diberikan. Saya menganggap semua itu sangat berharga bagi saya, sebagai seorang pemula di dunia blog. Saya telah bertemu secara langsung dengan beberapa senior saya, k' Ishak, Bang Momang dan beberapa yang lain. Saya mulai belajar dari mereka di Roemah Kopi di Jl. Sultan Alauddin No. 148 Makassar Sulawesi Selatan. Pelajaran yang saya terima sungguh sangat berharga. Saya bukan saja dapat berkenalan secara langsung dengan mereka yang telah relatif lama berkecimpung di dunia perblogan, tetapi juga dapat menimba ilmu dengan mereka. Atas kebaikan dan saran mereka, serta rekan-rekan yang lain, akhirnya saya membuat blog saya sendiri, sebagai wahana pembelajaran bagi saya dan dalam bertukar pikiran khususnya dalam bidang Fisika yang saya geluti. Mereka bahkan telah berbaik hati membantu saya membuat blog yang baru, dengan disain dan penampilan, yang Insya Allah, akan lebih baik. Blog ini saya buat untuk mendukung pekerjaan saya sebagai Tenaga Pendidik. Dengan blog ini, rekan-rekan yang ingin menyampaikan komentar, akan lebih mudah melakukannya. Saya ingin membuka ruang yang selebar-lebarnya pada blog saya ini, sehingga mereka yang bukan “blogger” juga dapat mengakses dan menyampaikan komentar mereka. Saya ingin belajar, mendengar dan memperhatikan pandangan dari semua orang, tanpa mempersoalkan siapa orang itu. Mungkin pandangan kita berbeda, bahkan bertentangan satu sama lain. Tetapi tidak mengapa. Saya percaya bahwa hikmah dan kebijaksanaan, akan kita peroleh di tengah benturan pendapat yang berbeda-beda. Meskipun demikian, dalam rangka pembelajaran bagi kita semua, alangkah baiknya jika suatu pendapat yang kita kemukakan, didasari oleh argumentasi-argumentasi sebagai pendukungnya. Seperti telah saya ungkapkan dalam Kata Pengantar, saya hanyalah seorang hamba Allah yang dhaif. Pengetahuan saya sangatlah terbatas. Karena itu, saya berlindung kepada Allah SWT, agar saya dijauhkan dari sikap “ngotot” dan ingin benar sendiri. Saya selalu mengemukakan pendapat dengan dilandasi oleh suatu argumen. Kalau ternyata, dalam suatu pertukar-pikiran, saya menemukan pendapat orang lain yang didukung oleh argumen yang lebih kokoh dibandingkan dengan argumen yang saya miliki, maka saya dengan tulus dan ikhlas akan meninggalkan pendapat saya, dan mengikuti pendapat orang lain itu. Saya selalu memohon kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, semoga saya dijauhkan dari segala sikap takabur, riya dan sombong. Semoga pula Dia senantiasa menyirami batin dan pikiran saya, dengan sikap tawaddhu’ dan rendah hati. Sebelum mengakhiri ungkapan terima kasih ini, saya ingin mengajak rekan-rekan semua untuk tetap menggunakan bahasa yang baik, sopan dan saling menghormati, walaupun mungkin kita berbeda dalam mengemukakan pendapat. Akhirnya, saya mohon maaf tentang penggunaan bahasa yang kurang pas. Raja Ali Haji bin Raja Ahmad, seorang pujangga Melayu keturunan Bugis yang hidup di abad 19. Beliau pernah berkata bahwa bahasa itu menunjukkan bangsa. Bahasa yang baik, menunjukkan bangsa yang baik. Bahasa yang buruk, menunjukkan bangsa yang buruk pula. Wallahu’alam bissawwab.

Banner